Rabu, 02 Oktober 2013

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Kembali Menghantam Indonesia

Selama satu bulan terakhir ini Indonesia digemparkan dengan kejadian melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp. 11.650/dollar AS, bahkan ada yang mencapai Rp. 12.000/dollar AS. Sebagian pengamat mengatakan bahwa kejadian ini hampir mirip dengan kejadian inflasi tahun 1998 yang lalu, dimana saat ini nilai tukar rupiah juga mengalami inflasi yang menyebabkan resesi ekonomi di Indonesia. Di sisi lain ada juga yang mengaitkan kejadian ini dengan isu-isu pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 nanti sebagai tanda pergantian dari kekuasaan yang lama dengan kekuasaan yang baru.


Tapi sebenarnya, yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS adalah adanya ulah spekulan di pasar sehingga rupiah bergejolak dalam menerima spekulan tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) saat ini, Pak Agus Martowardojo yang dikutip oleh kompas : “Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 11% di tahun ini. Namun bank sentral terus mengintervensi agar rupiah tidak anjlok lebih dalam”. Selain itu, seperti yang kita ketahui bersama ada juga dua alasan penyebab mengapa nilai tukar rupiah mengalami pelemahan diantaranya, ditandai dengan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai impor, kecenderungan inflasi yang tinggi, dan dipengaruhi oleh sentiment negatif di kalangan para investor asing serta kepanikan di kalangan investor lokal.

Oleh karena itu harus ada kerjasama antara pemerintah Indonesia dan bank sentral untuk memberikan berbagai paket kebijakan, entah itu kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Agar kondisi pelemahan nilai tukar rupiah ini tidak semakin memburuk yang pada akhirnya akan menyebabkan resesi seperti yang pernah dialami oleh bangsa ini di tahun 1998 silam atau bahkan lebih parah dari itu. Maka dari hal itu kerjasama semua pihak yang terkait sangat dibutuhkan untuk mengembalikan nilai tukar rupiah agar kembali stabil seperti dulu, demi kemajuan perekonomian nasional bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar